Papa
Senin 23 Februari 2026 tepat jam 6 pagi adalah hari papaku meninggal dunia. Hari itu sebagian jiwaku juga hilang. Terkadang rasanya seperti mimpi, seperti papa pergi dinas keluar kota dan akan kembali. Memang benar manusia tidak akan pernah siap kehilangan orang yang dikasihi. Begitu cepat tanpa aba-aba. Sejak hari itu, duka yang mendalam membuat lubang kosong hitam di hati yang tidak akan pernah bisa sembuh, dengan waktu sekalipun.
Papa bagiku dan bagi semua yang mengenalnya adalah orang yang baik dan tulus. Papa selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga. Sosok pekerja keras yang bertanggung jawab. Apapun yang aku inginkan dan impikan selalu diusahakannya. Papa adalah orang yang setia pada Tuhan, mama, dan juga anak-anaknya. Jalannya pun tidak menyimpang terutama dalam pekerjaannya.
Memang benar kata mereka, tidak ada laki-laki yang lebih mencintai anak perempuan dibandingkan papanya. Kami beruntung punya papa seperti papa. Semoga kelak, kami juga beruntung mendapatkan pasangan hidup yang terbaik.
Pada akhirnya, semua yang hidup harus melanjutkan perjalanan. Rencana Tuhan Sang Pemilik Kehidupan memang selalu terbaik. Semoga Tuhan menguatkan kami.
Comments
Post a Comment